DETIKBERITANEWS.COM, PALANGKA RAYA – Musibah kebakaran besar yang melanda kawasan Kasongan, Kabupaten Katingan, mengundang kepedulian berbagai pihak, termasuk pengusaha muda Juliwanto atau yang akrab disapa Andeskie.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu malam, 25 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB di kawasan Jalan Bungai, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya akibat kondisi permukiman yang padat, jarak antarbangunan yang saling berdekatan, serta mayoritas konstruksi yang masih berbahan kayu.

Kondisi tersebut membuat kobaran api meluas hingga kawasan Pasar Kasongan dan menimbulkan dampak serius bagi kehidupan warga. Belasan bangunan rumah dan ruko dilaporkan hangus terbakar, sementara ratusan warga kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian, khususnya para pedagang pasar.

Selain permukiman dan pusat ekonomi warga, dua fasilitas pendidikan di sekitar lokasi kejadian, yakni MTs Al Badar Kasongan dan MIN Al Badar Kasongan, juga ikut terdampak sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.

Di tengah situasi sulit tersebut, Juliwanto hadir langsung ke lokasi dengan menyalurkan bantuan berupa sembako dan uang tunai kepada para korban kebakaran. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit pascakejadian.

“Musibah ini tentu menjadi pukulan berat bagi saudara-saudara kita di Kasongan. Kami datang untuk membantu semampu kami, dengan harapan dapat sedikit meringankan kebutuhan dasar warga yang terdampak,” ujar Juliwanto.

Ia menilai, musibah kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar para korban tidak merasa menghadapi musibah ini sendirian.

Juliwanto, yang juga dikenal sebagai ayah dari Eky Wijianti, berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi warga terdampak untuk perlahan bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.

“Kita semua tentu tidak menginginkan musibah ini terjadi. Namun saat musibah datang, yang terpenting adalah bagaimana kita saling menguatkan dan bergotong royong agar para korban bisa bangkit kembali,” tambahnya.

Aksi kepedulian tersebut menunjukkan peran aktif pelaku usaha lokal dalam membantu masyarakat di tengah bencana, sekaligus memperkuat nilai gotong royong sebagai fondasi penting dalam menghadapi musibah bersama.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan