DETIKBERITANEWS, BARITO UTARA – Pemerintah daerah mendorong percepatan realisasi anggaran demi menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai mengakselerasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp3,4 triliun harus dikelola secara cepat dan tepat sasaran. Hal itu disampaikannya saat apel pagi pada Selasa, 13 Januari 2026.

Menurutnya, percepatan belanja daerah akan menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi lokal. Saat ini, realisasi anggaran masih berada di kisaran Rp1,1 triliun dan dinilai perlu didorong agar lebih optimal.

Bupati menargetkan penyerapan anggaran pada Februari hingga Maret dapat mencapai 25 sampai 30 persen. Target tersebut dipasang untuk menghindari penumpukan kegiatan di akhir tahun yang berpotensi menurunkan kualitas pembangunan.

Evaluasi tahun sebelumnya juga menjadi perhatian, di mana serapan anggaran hanya mencapai 71 persen. Kondisi tersebut dinilai belum maksimal dalam mendukung program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia pun menginstruksikan seluruh ASN, khususnya yang menangani kegiatan fisik dan keuangan, agar meningkatkan kinerja serta menjaga transparansi dalam pengelolaan anggaran.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi rutin setiap tiga bulan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pengawasan sekaligus mendorong kinerja perangkat daerah.

Selain itu, bupati juga menyoroti pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran, seiring masih perlunya peningkatan Indeks Pencegahan Korupsi di daerah.

Apel pagi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Felix Sonadi Y. Tingan dan Sekda Muhlis. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan kendaraan operasional kepada instansi vertikal guna mendukung tugas pelayanan dan penegakan hukum.

Di akhir arahannya, bupati mengingatkan agar ASN bekerja tidak sekadar menjalankan rutinitas, melainkan berorientasi pada pelayanan publik yang profesional.

Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan