
DETIKBERITANEWS, BARITO UTARA – Pemerintah daerah mulai menata ulang infrastruktur untuk mendukung kelancaran transportasi.
Melalui kegiatan sosialisasi pengadaan tanah di Aula C Setda pada 12 Januari 2026, Pemkab Barito Utara memaparkan rencana penataan jalan protokol serta jembatan utama di Muara Teweh. Program ini bertujuan menciptakan sistem transportasi yang lebih tertata dan efisien.
Asisten III Setda, H. Yaser Arapat, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pelebaran jalan, tetapi juga peningkatan standar keselamatan serta kapasitas infrastruktur. Kondisi jalan yang semakin padat menjadikan modernisasi sebagai kebutuhan mendesak.
Pemerintah menilai infrastruktur jalan yang ada saat ini merupakan hasil pembangunan tahun 2003–2004, sehingga sudah tidak lagi mampu menampung pertumbuhan jumlah kendaraan hingga tahun 2026. Oleh karena itu, pelebaran di sejumlah titik krusial menjadi prioritas utama.
Kehadiran Bupati Barito Utara H. Shalahuddin dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal realisasi program. Selain jalan, perhatian juga diarahkan pada Jembatan Hasan Basri yang kini telah berusia sekitar 30 tahun.
Sebagai langkah antisipasi, pembangunan Jembatan Hasan Basri II mulai dipersiapkan guna menggantikan jembatan lama yang mendekati akhir masa pakainya. Upaya ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus transportasi di wilayah tersebut.
H. Yaser Arapat juga mengungkapkan kemungkinan penerapan konsep jalan layang atau flyover di masa depan. Gagasan ini diadaptasi dari kota-kota besar untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan agar lalu lintas tetap lancar.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk mendukung proses pengadaan tanah. Penataan infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya kota yang aman, nyaman, dan siap menghadapi tantangan transportasi ke depan.
Reporter: Nurul Hidayah
Editor: Aris Kurnia Hikmawan







Tinggalkan Balasan