
DETIKBERITANEWS.COM, JAKARTA – Aliansi Mahasiswa Menjawab (AMM) memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa apabila dijalankan secara konsisten sesuai ketentuan pemerintah.
Temuan tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi akademik yang digelar di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari penelitian berbasis live-in yang dilaksanakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 10-12 Juni 2026.
Melalui metode riset partisipatif, para mahasiswa turun langsung ke lapangan untuk mengamati pelaksanaan Program Strategis Nasional tersebut. Pendekatan berbasis bukti empiris dipilih agar seluruh hasil evaluasi benar-benar didasarkan pada kondisi nyata yang terjadi di masyarakat.
AMM menilai penelitian tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Di saat yang sama, mahasiswa dinilai memiliki peran sebagai mitra kritis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan kebijakan publik.
Menurut AMM, penelitian langsung di tingkat desa juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat perjuangan mahasiswa sebagaimana tercermin dalam Spirit Rapat Ikada 19 September 1945, yakni menjaga kedaulatan ekonomi rakyat dari berbagai praktik yang berpotensi merugikan kepentingan masyarakat.
Dalam pelaksanaan penelitian, AMM memastikan seluruh kegiatan berlangsung sesuai koridor hukum. Untuk mendukung hal tersebut, organisasi ini menggandeng Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Tridarma Indonesia sebagai pendamping hukum bagi para peneliti dan relawan mahasiswa.
Pendampingan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya intimidasi maupun tekanan selama proses pengumpulan data, sekaligus memberikan kepastian perlindungan hukum kepada seluruh peserta penelitian.
Selain itu, AMM menegaskan bahwa seluruh proses penelitian tetap mengedepankan etika akademik melalui komunikasi dan koordinasi bersama rektorat maupun pimpinan perguruan tinggi asal para mahasiswa.
Hasil penelitian di SPPG Desa Mekar Baru menunjukkan bahwa Program MBG berpotensi menggerakkan perekonomian lokal apabila diterapkan sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam penelitian tersebut diketahui dapur SPPG melayani sekitar 2.500 penerima manfaat yang terdiri atas siswa, balita, hingga ibu hamil.
Operasional dapur juga melibatkan 50 tenaga kerja, dengan sekitar 80 persen berasal dari masyarakat sekitar yang tinggal dalam radius kurang dari satu kilometer dan tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
AMM juga menemukan seluruh kebutuhan beras dipasok dari penggilingan padi desa yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi dapur. Sementara itu, kebutuhan bahan pangan lokal seperti ayam dan ikan meningkat dari sekitar 70 kilogram menjadi lebih dari 100 kilogram per hari, sehingga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha setempat.
Meski demikian, penelitian tersebut turut mencatat sejumlah aspek yang masih memerlukan pembenahan. Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih dinilai belum optimal sebagai pengelola utama rantai pasok bahan baku.
Selain itu, komoditas hortikultura seperti sayuran dan buah masih banyak dipenuhi dari pasar induk di luar wilayah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuka peluang masuknya distributor maupun perantara berskala besar sehingga manfaat ekonomi bagi masyarakat desa belum sepenuhnya optimal.
Dalam pemaparannya, AMM mengingatkan agar Program Makan Bergizi Gratis tidak dipandang hanya sebagai program bantuan sosial ataupun sekadar pembagian makanan.
Menurut mereka, MBG merupakan bagian dari strategi pembangunan nasional yang berkaitan erat dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dalam memperkuat kedaulatan ekonomi rakyat.
AMM juga menyoroti potensi ancaman praktik kartel dan mafia ekonomi di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, minyak dan gas, sumber daya alam, pangan hingga logistik nasional yang dinilai dapat menghambat tercapainya tujuan program.
Di sisi lain, organisasi tersebut memberikan apresiasi kepada masyarakat serta pengelola dapur SPPG yang telah menjalankan program di lapangan. AMM juga menegaskan penolakannya terhadap berbagai bentuk politisasi yang dinilai dapat menggeser tujuan utama Program MBG.
Menjelang Sidang Tahunan MPR RI dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, AMM menyampaikan tujuh rekomendasi strategis kepada pemerintah.
Rekomendasi tersebut meliputi pemberantasan mafia dan kartel ekonomi, peningkatan transparansi data melalui sistem pemantauan publik secara real-time, penguatan perlindungan terhadap pelaksanaan MBG dari kepentingan politik, mendorong gerakan riset berkelanjutan oleh perguruan tinggi, memperkuat peran BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih dalam rantai pasok, meningkatkan pembinaan terhadap petani, peternak dan UMKM lokal, serta melakukan evaluasi berkala terhadap dampak kesehatan penerima manfaat melalui pengukuran antropometri setiap enam bulan.
Menutup penyampaian hasil penelitian, para perwakilan AMM menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan sesuai tujuan awalnya.
“Pernyataan ini kami keluarkan dalam kesadaran yang penuh: mahasiswa, pemuda, dan rakyat harus bahu-membahu dan bergotong-royong memastikan negara tidak boleh kalah terhadap kartel dan mafia. MBG adalah wujud nyata eksistensi Pasal 33 UUD 1945 guna menjaga kedaulatan ekonomi rakyat,” tegas para perwakilan AMM secara bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh M. Irwansyah, Fazri Rizki, dan Caesar Khalifah yang mewakili Aliansi Mahasiswa Menjawab (AMM). Mereka menegaskan gerakan ini akan terus mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis melalui pendekatan akademik, penelitian lapangan, dan pengawasan partisipatif.
Aliansi Mahasiswa Menjawab (AMM) terdiri atas berbagai organisasi kemahasiswaan, yakni GLM UPNVJ, HIMAPOL UPNVJ, BEM UPNVJ, HIMAPOLINDO, ILMISPI, KM UMJ, BEM FH UMJ, Fakultas Hukum Atma Jaya, KBM UNPAM, UPNVJ Bergerak, serta HIMAPOL UMJ.
- Aliansi Mahasiswa Menjawab
- AMM
- Banten
- BUMDes
- Caesar Khalifah
- ekonomi desa
- Fazri Rizki
- Kabupaten Tangerang
- Ketahanan Pangan
- Koperasi Desa Merah Putih
- LBH Tridarma Indonesia
- M Irwansyah
- MBG
- Pasal 33 UUD 1945
- Program Makan Bergizi Gratis
- riset mahasiswa
- SPPG Desa Mekar Baru
- Tri Dharma Perguruan Tinggi
- UMKM
- UPN Veteran Jakarta







Tinggalkan Balasan